Minggu, 19 Desember 2010

Outbound S1 Sistem informasi

0

Pengalaman saat mengikuti outbound Sistem Informasi. Memang sih menyebalkan, karena menguras banyak waktu dan tenaga. Sebenarnya kebanyakan maba 2010 terpaksa mengikuti outbound prodi dikarenakan dikenai punishment tidak boleh mengikuti UAS. Tapi yah bagaimana lagi harus ikut.
Pada saat outbound banyak yang tidak semangat, melakasanakan yel2 pun mungkin hanya 30%yang mengikuti. Sehingga para panitia menjadi gerah. Berbagai cara dilakukan agar teman-teman SI dan saya sendiri semangat mengikuti outbound prodi. Hal yang melelahkan pun terjadi seperti seperti dari pos ke pos kami harus mengikrarkan yel-yel prodi SI. Dan hal yang paling menyebalkan yaitu saat kegiatan BIMEN (Binaan Mental). Dimana seluruh peserta di marahi habis-habisan oleh panitia dan Senior. Tapi dari kegiatan tersebut mempunyai arti penting yaitu kekompakan satu prodi Sistem Informasi.
begitu pun aku Bangga menjadi anak sistem informasi STIKOM Surabaya.........


Yel – Yel “Arek SI”
Arek SI, Arek Si, Arek SI …. Itulah Kami …
Arek SI, Arek SI, Arek SI …. Gak pernah Mati …
Kita Selalu mandiri berprestasi …
Cuma Sistem Informasi …
Prodi kami yg slalu sehati …
Arek Si, Arek SI, Arek SI … Seng nomer siji …
Arek SI ,Arek SI, Arek SI … paling digoleki ….
Anaknya Selalu Happy … Yo Wes Pastiii ….
Papa Jangkung Dukung kami …
#ketik Reg Spasi# …
AREK SI, AREK SI, AREK SI … KAMI BISA !!!
#The Winner !!#
YESS !!
#The Winner !!#
YESS !!
#The Winner !!#
YESS !!
Pengalaman yang sangat berharga :
1. lebih kompak dalam menggerakkan anak Sistem Informasi.
2. lebih bisa bekerja sama.
3. mengenal semua kawan-kawan yang sebelumnya tidak kenal.
4. lebih menghargai sesama satu sama lain.

Minggu, 12 Desember 2010

Solusi Teknologi Informasi di Indonesia Melalui MENKOMINFO

0


struktur Menkominfo....
Tugas & Fungsi Departemen Komunikasi dan Informatika adalah sebagai berikut:
Tugas :
  • Membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang komunikasi dan informatika.
Fungsi :
  • Perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang komunikasi dan informatika yang meliputi pos, telekomunikasi, penyiaran, teknologi informasi dan komunikasi, layanan multimedia dan diseminasi informasi;
  • Pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya;
  • Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggungjawabnya;
  • Pengawasan atas pelaksanaan tugasnya;
  • Penyampaian hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden.




Menurut saya indonesia sendiri memmbutuhkan sebuah gebrakan dalam bidang teknologi informasi karena negri ini cukup tertinggal dari negara-negara lain semisal, Singapura, Papua Nugini, India.Dll. oleh karena itu untuk memajukan negeri kita pemerinyah membentuk badan Menkominfo (Menteri komunikasi dan informatika repupblik indonesia.

solusi teknologi informasi di indonesia sebaiknya menaikkan bandwith koneksi internet di negri sendiri dan merata ke seluruh pelosok negri agar dapat semakin maju, dan saya juga ingin sekali negri ini menjadi maju karena penerapan Teknologi informasi dan tak kalah dengan yang lain....
menurut saya memblokir situs seperti facebook, twitter,dan sejenisnya. tak akan membantu karena akan membunuh aspirasi sebuah rakayat kepada pemerintah diatas sana oleh sebab itu kita harus merangkul semua orang di negri ini agar daapt maju karena teknologi informasi..
mengupayaan listrik ke seluruh negri juga harus merata karena kita butuh maju demi kebaikan negera indonesia

Senin, 06 Desember 2010

(STRATEGIC INFORMATION SYSTEM /SIS)

0

(STRATEGIC INFORMATION SYSTEM /SIS)Keunggulan kompetitif (competitif advantage) adalah keunggulan di atas para pesaing dalam beberapa ukuran seperti biaya rendah, kualitas, atau kecepatan; mengarah pada pengendalian pasar dan laba yang lebih besar dari rata-rata.
Sistem Informasi Strategis – SIS (strstegic information system)adalah sistem yang membantu perusahaan mendapatkan keunggulan kompetitif melalui kontribusinya pada tujuan strategis perusahaan dan kemampuannya untuk secara signifikan meningkatkan kinerja dan produktifitas. SIS dikarakterisasikan melalui kemampuannya untuk secara signifikan mengubah cara bisnis dilakukan, agar dapat memberi perusahaan keunggulan strategis. Sistem informasi apapun yang mengubah tujuan, proses, produk, atau hubungan lingkungan untuk membantu perusaahaan mendapatkan keunggulan kompetitif atau mengurangi kelemahan bersaing, disebut sebagai sistem informasi strategis.
Seperti yang telah dijelaskan, sistem informasi apapun, jika dignakan dengan tepat, dapat memberikan keunggulan kompetitif. Oleh karena itu, terdapat jutaan contoh sistem informasi strategis. Perhatikan bahwa tiap sistem informasi strategis dapat memberikan dukungan unruk beberapa strategi perusahaan.
Contoh Sistem Informasi Strategis:
  • Los Angeles Lakers mendapatkan keuntungan. Chris Bodaken, koordinator rekaman untuk Los Angeles Lakers (nba.com/lakers/), menginap di kantor selama bulan April. Dia menyuting berjam-jam rekaman video secara besar-besaran untuk membantu tim tersebut mempersiapkan diri bagi penampilan rutinnya dalam pertandingan final. Jika kembali pada saat-saat dia harus secara manual membuat rekaman dengan menggunakan beberapa VCR yang diletakkan bersebelahan, rata-rata waktu tidunya saat itu adalah satu jam per malam. Akan tetapi, kini dia menggunakan piranti lunak pengeditan video digital dan pinancle system. Sistem tersebut mengintegrasikan pengaruh video dan analisis statistik pada layar yang sama, hingga Bodaken dapat dengan cepat dan mudah menentukan tag data ke tiap permainan atau bahkan menyelipkan waktu saat seorang pemain memegang bola. Sistem tersebut juga memungkinkan untuk bergeser melalui beberapa file rekaman Lakers saat melawan berbagai tim dalam beberapa tahun terakhir. Contohnya, tim tersebut dapat melihat semua posisi post-up Shaquille O’Neal pada sisi kiri area dalam lingkaran ketika melawan Sacramento selama musim pertandingan terkait. Informasi ini merupakan alat yang berguna bagi pelatihnya, Phil Jackson, untuk membuat strategi dalam menangani Chris Webber dan Mike Bibby dalam kemungkinan berhadapan dalam pertandingan dengan Sacramento Kings.
Strategi yang didukung : efektivitas operasional, diferensiasi, inovasi, waktu
perusahaan secara terus menerus mencoba untuk mengembangkan strategi yang ditujukan untuk mencapai posisi menguntungkan dan berkelanjutan dalam menghadapi kelima tekanan porter.porter dan para ahli lainnya mengajukan berbagai macam strategi untuk mendapatkan keunggulan kompetitif berikut beberapa yang biasa digunakan dalam menangani masalah tersebut
1. strategi kepemimpinan biaya
2.strategi diferensiasi
3.strategi relung pasar (niche)
4.strategi pertumbuhan
5.strategi inovasi
6.strategi aliansi
7.strategi efektivitas operasional
8.strategi orientasi pada pelnaggan
9.strategi waktu
10.strategi halangan masuk
11.strategi mengikat pelanggan atau pemasok
12.strategi meningkatkan biaya beralih
by : andi darusman (10410100056) S1 Sistem Informasi Stikom Surabaya

Minggu, 05 Desember 2010

E-COMERCE DAN E-BUSSINES

0

Istilah e-business berkaitan erat dengan e-commerce. Bagi sebagian kalangan, istilah e-commerce diartikan secara sempit sebagai transaksi jual beli produk, jasa dan informasi antar mitra bisnis lewat jaringan komputer, termasuk internet. Sedangkan e-business mengacu pada lingkup yang lebih luas dan mencakup pula layanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis, dan transaksi elektronik internal dalam sebuah organisasi.

Lebih lanjut, e-business bisa di klasifikasikan berdasarkan karakteristik transaksi menjadi enam jenis (Turban, et al.,2000).

• Business-to-Business (B2B), meliputi transaksi IOS (Inter Organizational System) dan transaksi pasar elektronik (electronic market transactions) antar organisasi. Tipe-tipe IOS antara lain berupa EDI, extranets, electronic funds transfer, electronic forms, integrated messaging, shared databases, dan supply chain management. Hingga saat ini tipe B2B adalah yang paling dominan dalam praktek e-business.
• Business-to-Consumer (B2C), yaitu transaksi ritel dengan pembeli individual. Contohnya antara lain www.amazon.com, www.barnesandnoble.com, www.elexmedia.co.id, www.togamas.com, dan www.indonesiancd.com.
• Consumer-to-Consumer (C2C), dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya. Biasanya individu mengiklankan produk, jasa, pengetahuan, maupun keahliannya disalah satu situs lelang atau classified ads. Contohnya meliputi www.bekas.com dan www.classified2000.com

 • Consumer-to-Consumer (C2C), dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya. Biasanya individu mengiklankan produk, jasa, pengetahuan, maupun keahliannya disalah satu situs lelang atau classified ads. Contohnya meliputi www.bekas.com dan www.classified2000.com

• Consumer-to-Business (C2B), meliputi individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi, serta individu yang mencari penjual,bertransaksi dengan penjual tersebut, dan melakukan transaksi.

• Non-Business Electronic Commerce; terdiri dari institusi non bisnis seperti lembaga pendidikan, organisasi nirlaba, organisasi keagamaan, organisasi sosial, dan instansi pemerintah (contohnya, www.bapenas.go.id), www.bps.go.id, www.komnas.go.id, dan www.bppt.go.id). Umumnya organisasi non bisnis menggunakan berbagai tipe e-commerce untuk keperluan menekan biaya atau meningkatkan layanan pelanggan
dan operasi.

• Intrabusiness (organizational) electronic commerce, meliputi semua aktivitas internal organisasi yang biasanya dilakukan melalui intranet meliputi pertukaran barang, jasa atau informasi. Aktivitas internal bisa bermacam-macam, mulai dari menjual produk korporat kepada para karyawan hingga aktivitas pelatihan online.


Peluang dan Tantangan E-Commerce

Perkembangan internet berdampak pada perubahan cara organisasi merancang, memproses, memproduksi, memasarkan, dan menyampaikan produk. Lingkup persaingan yang semakin luas juga menuntut integrasi dan koordinasi antara departemen system informasi, pemasaran, layanan pelanggan, dan departemendepartemen lainnya dalam organisasi. Beraneka ragam peluang pemanfaatan internet yang bisa di eksploitasi meliputi:

• Sumber baru untuk informasi pasar
• Individualized/customized marketing
• Cara baru menjalin relasi online dengan pelanggan dan membangun citra merk (interactive marketing);
• Peluang baru bagi distribusi produk dan komunikasi pemasaran

Proses penyampaian (delivery) produk secara digital via internet diperkirakan diperkirakan bakal semakin marak dalam berbagai sector bisnis, terutama untuk program perangkat lunak, surat kabar, CD musik, tiket pesawat, sekuritas, jasa konsultasi, hiburan, perbankan, asuransi, pendidikan, dan perawatan kesehatan (Andersen & Vincze,
2000). Sekalipun ada banyak sekali daya pikat e-business (terutama yang berbasis internet), masih ada sejumlah tantangan atau keterbatasan yang harus diatasi. Sebuah survey yang dilakukan oleh majalah InternetWeek pada tahun 1998 mengungkap sejumlah faktor non teknis yang menghambat perkembangan e-business. Faktor-faktor tersebut antara lain: biaya dan justifikasinya (34,8% dari responden); keamanan dan privasi (17,2%), kurangnya trust dan adanya resistensi pemakai (4,4%); dan faktor-faktor lainnya seperti belum bakunya standar dan regulasi pemerintah, dinamika e-business sebagai bidang kajian baru, jasa pendukung yang masih terbatas, masih terbatasnya jumlah penjual dan pembeli, potensi gangguan terhadap relasi antar pribadi, dan akses internet yang masih terbatas dan relatif mahal bagi banyak pelanggan potensial.

Dampak e-Commerce Terhadap Praktik Bisnis

Dalam kategori pertama, e-commerce berdampak pada akselerasi pertumbuhan direct marketing yang secara tradisional berbasis mail order (katalog) dan telemarketing. Kemunculan e-commerce memberikan beberapa dampak positif bagi aktivitas pemasaran,
diantaranya :

• Memudahkan promosi produk dan jasa secara interaktif dan real time melalui saluran komunikasi langsung via internet.
• Menciptakan saluran distribusi baru yang bisa menjangkau lebih banyak pelanggan di hampir semua belahan dunia.

• Memberikan penghematan signifikan dalam hal biaya pengiriman informasi dan produk terdigitalisasi (contohnya: perangkat lunak dan musik).
• Menekan waktu siklus dan tugas-tugas administratif (terutama untuk pemasaran internasional) mulai dari pesanan hingga pengiriman produk.
• Layanan pelanggan yang lebih responsif dan memuaskan, karena pelanggan bisa mendapatkan informasi lebih rinci dan merespon cepat secara online.
• Memfasilitasi mass customization yang telah diterapkan pada sejumlah produk seperti komputer (Dell Computer Inc.), kosmetik (www.reflect.com), mobil, rumah, permata. Bingkisan hadiah (gift), kartu ucapan, bunga, asuransi, jasa perjalanan wisata, buku, CD, mebel, arloji, T-shirt, dan berbagai macam produk lainnya.
• Memudahkan aplikasi one-to-one atau direct advertising yang lebih efektif dibandingkan mass advertising.
• Menghemat biaya dan waktu dalam menangani pesanan, karena sistem pemesanan elektronis memungkinkan pemrosesan yang lebih cepat dan akurat.
• Menghadirkan pasar maya/virtual (marketspace) sebagai komplemen pasar tradisional (marketplace).

Dalam hal transformasi organisasi, e- commerce mengubah karakteristik pekerjaan, karir, dan kompensasi. E- commerce menuntut kompetensi, komitmen, kreativitas, dan fleksibilitas karyawan dalam beradaptasi dengan setiap perubahan lingkungan yang ramping; bercirikan pemberdayaan dan desentralisasi wewenang, beranggotakan knowledge based workers; mampu beradaptasi secara cepat dengan teknologi baru dan perubahan lingkungan (learning organisation); mampu dan berani bereksperimen dengan produk, jasa, maupun proses baru; dan mampu mengelola perubahan secara strategik. Sedangkan dalam hal redefinisi organisasi, e- commerce memunculkan model bisnis baru yang berbasis jasa online di marketspace. Hal ini bisa berdampak pada redefinisi misi organisasi dan cara organisasi menjalankan bisnisnya. Perubahan ini antara lain meliputi peralihan dari sistem produksi massal menjadi pemanufakturan just in time (JIT) yang lebih customized, integrasi berbagai sistem fungsional (seperti produksi, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia)1, baik secara internal maupun dengan mitra bisnis dan pelanggan; penerapan sistem pembayaran baru, seperti electronic cash; penguasaan sistem informasi dan teknologi mutakhir; dan penerapan sistem belajar dan pelatihan online.

Minggu, 14 November 2010

Mari Install Alexa ToolbarMari Install Alexa Toolbar

0


Kita masih bermain-main dengan lagu lama, heheheee

Meskipun lagu ini sudah lama, namun masih banyak yang belum mendengar maupun menyanyikannya. Itu adalah Memasang Alexa Toolbar di firefox sobat.

Dengan terpasangnya Alexa Toolbar ini, maka kita akan mudah mengetahui nilai alexa setiap blog yang kita kunjungi. Disamping itu, ketika sobat berselancar di google, semua blog site yang ada dihalaman google akan terlihat nilai alexa-alexa blognya.



Saya menyarankan sobat untuk memasang Alexa Toolbar ini, karena ini sangat bermanfaat.

Langsung aja dicoba ya….

- Pertama-tama sobat Download disini
- Kemudian klik INSTAL ALEXA TOOLBAR



- Setelah itu akan keluar halaman baru, dan klik ACCEPT AND INSTALL



- Kemudian akan tampil lagi halaman ADD-ONS dan klik INSTAL

Selesai deh, tinggal Restart Firefox sobat dan siap untuk menikmati Alexa Toolbarnya.

Ok, semoga bermanfaat ya :)